Wonogiri – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri menutup rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi untuk Petugas Perpustakaan/Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi Tahun 2026 pada Kamis (25/6/2026) di Gedung MPP Nyawiji Kabupaten Wonogiri. Hari terakhir pelaksanaan diikuti oleh 50 peserta dari unsur pegiat literasi yang berasal dari berbagai komunitas literasi, taman bacaan masyarakat, serta organisasi yang aktif mengembangkan budaya baca di Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema "Membangun Masyarakat Cerdas melalui Literasi Informasi yang Kritis, Kreatif, dan Bertanggung Jawab." Melalui pelaksanaan bimtek ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri berupaya meningkatkan kompetensi para penggerak literasi agar mampu menjadi fasilitator informasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat di era digital.

Pada hari terakhir, peserta memperoleh penguatan materi mengenai literasi informasi yang meliputi kemampuan mengenali kebutuhan informasi, teknik penelusuran informasi, pemanfaatan berbagai sumber informasi, analisis dan sintesis informasi, evaluasi kredibilitas informasi, hingga penyajian atau diseminasi informasi kepada masyarakat. Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, praktik, serta studi kasus sehingga peserta dapat memahami penerapan literasi informasi dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Materi disampaikan oleh narasumber dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yaitu Rahmat Setiawan Saefullah, S.S., M.I.Kom., Bachrul Ilmi, S.Ptk., M.Hum., dan Rr. Iridayanti Kurniasih, S.Hum., M.IP. Ketiga narasumber memberikan wawasan sekaligus praktik kepada peserta mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi banjir informasi, cara memverifikasi informasi yang beredar di ruang digital, serta strategi menyampaikan informasi yang benar, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan dan pengalaman lapangan disampaikan dalam sesi diskusi, mulai dari tantangan membangun budaya baca di lingkungan masyarakat, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi. Diskusi yang berlangsung hangat menunjukkan besarnya semangat para pegiat literasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para pegiat literasi diharapkan tidak hanya menjadi penggerak budaya membaca, tetapi juga mampu berperan sebagai agen literasi informasi yang membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar, terpercaya, serta mampu menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi. Peran tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan media digital dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berakhirnya rangkaian Bimbingan Teknis Literasi Informasi Tahun 2026, sebanyak 150 peserta yang terdiri atas pustakawan/tenaga perpustakaan, guru, dan pegiat literasi telah memperoleh pembekalan secara bertahap selama tiga hari pelaksanaan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat sehingga mampu memperkuat ekosistem literasi informasi di Kabupaten Wonogiri.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pustakawan, guru, dan pegiat literasi, diharapkan budaya literasi informasi di Kabupaten Wonogiri semakin berkembang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang cerdas, kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memanfaatkan informasi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.