Wonogiri — Gerakan Bunda Literasi di Kabupaten Wonogiri terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, salah satunya Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau TP PKK.
Berdasarkan hasil pemetaan data kegiatan Bunda Literasi yang telah dipublikasikan, terdapat 36 kegiatan yang secara langsung berkaitan dengan program dan kelembagaan PKK. Kegiatan tersebut tersebar di 15 kecamatan dengan total jangkauan sebanyak 2.733 peserta. Pemetaan ini menunjukkan bahwa kolaborasi Bunda Literasi dan PKK telah mencakup berbagai bidang yang dekat dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat.

Sebaran Kegiatan PKK
Kecamatan dengan jumlah kegiatan PKK terbanyak adalah Purwantoro dan Jatipurno, masing-masing sebanyak enam kegiatan. Selanjutnya, Kecamatan Tirtomoyo menyelenggarakan empat kegiatan, sedangkan Wonogiri dan Paranggupito masing-masing tiga kegiatan.
Adapun sebaran kegiatan PKK berdasarkan kecamatan adalah sebagai berikut:
- Purwantoro: 6 kegiatan dengan 768 peserta.
- Jatipurno: 6 kegiatan dengan 385 peserta.
- Tirtomoyo: 4 kegiatan dengan 330 peserta.
- Wonogiri: 3 kegiatan dengan 195 peserta.
- Paranggupito: 3 kegiatan dengan 125 peserta.
- Karangtengah: 2 kegiatan dengan 125 peserta.
- Wuryantoro: 2 kegiatan dengan 140 peserta.
- Manyaran: 2 kegiatan dengan 93 peserta.
- Nguntoronadi: 2 kegiatan dengan 30 peserta.
- Slogohimo: 1 kegiatan dengan 200 peserta.
- Ngadirojo: 1 kegiatan dengan 132 peserta.
- Baturetno: 1 kegiatan dengan 70 peserta.
- Batuwarno: 1 kegiatan dengan 60 peserta.
- Jatisrono: 1 kegiatan dengan 40 peserta.
- Puhpelem: 1 kegiatan dengan 40 peserta.
Ragam Kegiatan
Kegiatan Bunda Literasi yang terintegrasi dengan PKK tidak hanya berfokus pada budaya membaca. Program yang dilaksanakan telah berkembang dalam berbagai bentuk, antara lain:
- literasi digital;
- administrasi kependudukan melalui program GENDUK PKK;
- budaya membaca keluarga;
- literasi kesehatan;
- perlindungan anak;
- pengelolaan sampah dan lingkungan;
- pemanfaatan pekarangan;
- ketahanan pangan keluarga;
- penguatan administrasi PKK; dan
- peningkatan kapasitas kader.
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan di antaranya sosialisasi pengasuhan positif, edukasi penggunaan media sosial, pelatihan pengolahan pangan lokal, penguatan literasi administrasi kependudukan, kegiatan membaca bersama, edukasi kesehatan keluarga, serta pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan.
Kolaborasi Literasi dan Pemberdayaan Keluarga
Keterlibatan PKK dalam kegiatan Bunda Literasi menunjukkan bahwa literasi telah berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menggunakan teknologi, mengelola keluarga, menjaga kesehatan, memperkuat ekonomi, serta memanfaatkan potensi lingkungan secara bijak.
Melalui jaringan PKK hingga tingkat desa dan kelurahan, kegiatan literasi dapat menjangkau kelompok keluarga dan masyarakat secara lebih dekat. Peran kader PKK juga menjadi penting dalam menyampaikan informasi, mendampingi masyarakat, serta menumbuhkan kebiasaan belajar di lingkungan keluarga.
Perluasan Program
Ke depan, diperlukan penguatan koordinasi antara Bunda Literasi, TP PKK, pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, perpustakaan, dan komunitas literasi. Setiap kecamatan diharapkan dapat mengembangkan kegiatan sesuai potensi dan kebutuhan wilayah masing-masing. Dokumentasi dan publikasi kegiatan juga perlu dilakukan secara rutin agar praktik baik di setiap kecamatan dapat diketahui, dipelajari, dan direplikasi oleh wilayah lain.
Penguatan Gerakan Literasi Masyarakat
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri mendorong agar sinergi antara Bunda Literasi dan TP PKK terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kegiatan yang semakin beragam, aplikatif, dan memberikan dampak langsung bagi keluarga serta masyarakat.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, gerakan literasi di Kabupaten Wonogiri diharapkan semakin merata dan mampu menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup, pemberdayaan keluarga, serta pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
