Beranda Statistik IPLM & TKM
Dashboard Publik Literasi

Visualisasi IPLM dan TKM Kabupaten Wonogiri 2024–2025

Halaman ini menyajikan ringkasan visual capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kabupaten Wonogiri, disertai pembacaan posisi Wonogiri di Jawa Tengah serta arah penguatan melalui inovasi SADAR LITERASI.

Catatan metodologis tahun 2025 Pada 2025 terdapat perubahan indikator dan sistem penilaian. Karena itu, skor 2024 dan 2025 tidak dapat dibaca secara apple-to-apple. Posisi/ranking relatif digunakan sebagai konteks pembanding tambahan.
45,57 Nilai IPLM 2024 menggunakan metode lama. Rank 33/35
15,83 Nilai IPLM 2025 menggunakan indikator dan sistem baru. Rank 17/35
78,20 Nilai TGM/TKM 2024 menggunakan metode lama. Rank 9/35
56,55 Nilai TKM 2025 menggunakan metode baru. Rank 25/35
Grafik perbandingan

Nilai dan posisi perlu dibaca bersama

Skor 2025 menunjukkan angka absolut yang lebih rendah karena sistem penilaian berubah. Namun posisi IPLM Wonogiri membaik dari 33/35 pada 2024 menjadi 17/35 pada 2025.

Perbandingan skor 2024–2025

Skor absolut ditampilkan dengan catatan metode 2025 berubah.
45,57
IPLM 2024metode lama
15,83
IPLM 2025metode baru
78,20
TGM 2024metode lama
56,55
TKM 2025metode baru
Tidak apple-to-appleSkor 2024 dan 2025 tidak boleh dibandingkan sebagai penurunan/kenaikan langsung karena indikator berubah.
IPLM membaik secara posisiWonogiri naik dari 33/35 menjadi 17/35 di Jawa Tengah.

Posisi Wonogiri di Jawa Tengah

Peringkat 1 berarti tertinggi/terbaik.
0 10 20 30 35 33/35 IPLM 2024 posisi bawah 17/35 IPLM 2025 naik ke tengah 9/35 TGM/TKM 2024 kelompok atas 25/35 TKM 2025 perlu penguatan
Pesan utama IPLMSecara posisi relatif, IPLM Wonogiri bergerak dari kelompok bawah menuju kelompok tengah Jawa Tengah.
TKM perlu diperkuatPosisi TKM 2025 menjadi dasar penguatan program gemar membaca dan pemanfaatan koleksi.

Variabel IPLM 2025 Wonogiri

Variabel relatif kuat dan variabel prioritas penguatan.
Pengelolaan
0.333
Kinerja
0.286
Pelayanan
0.239
SDM
0.109
Kepatuhan
0.097
Koleksi
0.086
Pengelolaan, Kinerja, Pelayanan relatif kuat Koleksi, Kepatuhan, SDM perlu penguatan

Apa maknanya bagi Wonogiri?

Data IPLM 2025 memperlihatkan bahwa kekuatan Wonogiri berada pada aspek pengelolaan, kinerja, dan pelayanan. Ini menjadi modal kelembagaan yang baik karena transformasi layanan sudah memiliki fondasi tata kelola dan operasional.

Prioritas penguatan berada pada koleksi, kepatuhan, dan SDM. Artinya, strategi ke depan tidak cukup hanya memperbanyak publikasi digital, tetapi juga harus memperbarui bahan bacaan, memperkuat dokumentasi dan standar layanan, serta meningkatkan kapasitas pustakawan, pengelola layanan, kontributor, dan relawan literasi.

SADAR LITERASI menjadi instrumen untuk menjawab kebutuhan tersebut: katalog dan OPAC memperkuat akses koleksi, usulan koleksi menangkap kebutuhan masyarakat, statistik membantu pengambilan keputusan, sedangkan program literasi publik memperluas pemanfaatan layanan.

SADAR LITERASI

Strategi penguatan berbasis website Perpusda Wonogiri

Website LiGaMu/Perpusda Wonogiri mendukung penguatan IPLM dan TKM melalui integrasi layanan perpustakaan, program literasi, data, dan kanal partisipasi masyarakat.

Koleksi

Katalog Buku/OPAC, integrasi INLISLite v3.3 Perpusnas, e-book, repositori lokal, e-resources mitra, dan kanal usulan koleksi.

Pelayanan

Pendaftaran anggota online, dashboard anggota, panduan akses, Tanya Pustakawan, Layanan AI/Tanya LiGa, reservasi, dan titip ambil.

Kinerja & Data

Statistik ringkas, data kunjungan, data anggota, data koleksi, berita agenda, dan dokumentasi program literasi berbasis website.

Budaya Baca

Literasi Digital, Bunda Literasi, Outing Class, Ruang Literasi Warga, Literasi Instansi, Apresiasi Literasi, dan Cerita Pemustaka.

Arah rekomendasi operasional

1
Perkuat koleksi dan keterbaruan bahan bacaan.Gunakan data pencarian, statistik pemanfaatan, dan usulan koleksi untuk menentukan prioritas pengadaan buku cetak, e-book, repositori lokal, dan e-resources.
2
Perkuat kepatuhan dan dokumentasi layanan.Pastikan kegiatan, kunjungan, koleksi, keanggotaan, dan program literasi terdokumentasi di sistem agar mudah ditelusuri dan dilaporkan.
3
Tingkatkan kapasitas SDM dan aktor literasi.Perlu pelatihan rutin bagi pustakawan, admin konten, kontributor Bunda Literasi, Literasi Instansi, pengelola titik baca, dan relawan literasi.
4
Perluas pemanfaatan platform digital oleh masyarakat.Sosialisasikan PWA, katalog, OPAC/INLISLite v3.3 Perpusnas, e-book, layanan AI, Tanya Pustakawan, dan kanal program literasi ke sekolah, desa, komunitas, dan instansi.

Transparansi data untuk perbaikan berkelanjutan

Visualisasi ini disajikan agar masyarakat, pemangku kepentingan, pegiat literasi, dan pengelola layanan dapat membaca kondisi literasi Wonogiri secara lebih jernih. Data tidak hanya menjadi laporan, tetapi menjadi dasar perbaikan layanan, penguatan koleksi, perluasan akses, dan peningkatan budaya baca.

Sumber: olahan internal Disarpus Wonogiri berdasarkan hasil KPI/IPLM/TGM/TKM 2024–2025. Catatan: angka 2024 dan 2025 perlu dibaca dengan memperhatikan perubahan indikator serta sistem penilaian tahun 2025.