Pada tanggal 30 Mei 2026, Puskesmas Jatiroto bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Jatiroto melaksanakan Pertemuan Kader Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bertempat di Ruang Pertemuan Puskesmas Jatiroto.
Jatiroto – Upaya peningkatan status gizi masyarakat terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Pada tanggal 30 Mei 2026, Puskesmas Jatiroto bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Jatiroto melaksanakan Pertemuan Kader Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bertempat di Ruang Pertemuan Puskesmas Jatiroto. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Jatiroto, Ketua TP PKK Kecamatan Jatiroto, Kepala Puskesmas Jatiroto, para kader pelaksana PMT, serta tenaga kesehatan dan ahli gizi Puskesmas.
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal yang didanai melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) ini menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, yaitu Balita Gizi Kurang (Underweight/ Wasting), Balita dengan berat badan tidak naik dalam dua kali penimbangan berturut-turut atau justru turun (Weight Faltering/T), Balita dengan berat badan sangat kurangdan kelompok Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)
Dalam sambutannya, Camat Jatiroto menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PMT dan kepada TP PKK yang selama ini telah berperan aktif mendampingi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bantuan makanan, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi yang sehat dan bergizi.
Ketua TP PKK Kecamatan Jatiroto juga menegaskan bahwa kader baik Kader PKK maupun Kader PMT memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat. Selain memastikan makanan tambahan dimasak dengan baik dan tersalurkan dengan baik oleh Kader PMT. Di sisi lain Kader PKK juga diharapkan mampu memberikan contoh dan pemahaman kepada keluarga sasaran mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jatiroto menjelaskan bahwa program PMT berbahan pangan lokal merupakan salah satu langkah konkret untuk menurunkan angka masalah gizi pada balita dan ibu hamil. Pemanfaatan bahan pangan lokal tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mendorong kemandirian pangan keluarga dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pada kesempatan tersebut, ahli gizi Puskesmas memberikan arahan teknis kepada para kader mengenai penyusunan menu, pemilihan bahan pangan yang bergizi, teknik pengolahan yang tepat, serta tata cara pemantauan perkembangan sasaran PMT. Kader juga dibekali pengetahuan mengenai kandungan gizi berbagai bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan ekonomis, sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh keluarga sasaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana peningkatan literasi pangan masyarakat. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang nilai gizi, keamanan pangan, pengolahan makanan sehat, dan pemanfaatan bahan pangan lokal, diharapkan para kader mampu menjadi agen edukasi yang dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat luas. Literasi pangan yang baik akan membantu keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat terkait pola konsumsi sehari-hari, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta menjaga kesehatan ibu hamil.
Melalui kolaborasi antara Puskesmas Jatiroto, TP PKK Kec. Jatiroto, pemerintah kecamatan, dan para kader, diharapkan pelaksanaan Program PMT BOK dapat berjalan efektif serta memberikan dampak nyata dalam upaya percepatan penurunan masalah gizi, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta penguatan budaya konsumsi pangan yang sehat dan bergizi di Kecamatan Jatiroto.
