Kembali ke kegiatan

Upaya pencegahan kematian ibu dan bayi

Paranggupito · 10 Juli 2026

Upaya pencegahan kematian ibu dan bayi
Lokasi: Balai Kecamatan Paranggupito Desa/Kelurahan: Paranggupito Jenis: Sosialisasi Peserta: 70 Sasaran: Kader PKK Kontributor: paranggupito

Kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan. Kematian ibu maupun bayi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama karena sebagian besar penyebabnya sebenarnya dapat dicegah melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas.

Kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan. Kematian ibu maupun bayi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama karena sebagian besar penyebabnya sebenarnya dapat dicegah melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Oleh karena itu, upaya pencegahan kematian ibu dan bayi harus melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, serta masyarakat agar setiap ibu hamil memperoleh pelayanan yang aman dan setiap bayi dapat lahir dengan sehat.

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian perempuan yang terjadi selama masa kehamilan, persalinan, atau dalam waktu 42 hari setelah persalinan (masa nifas) akibat penyebab yang berkaitan dengan kehamilan. Sementara itu, Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan jumlah kematian bayi pada usia 0–11 bulan. Kedua indikator tersebut menjadi ukuran penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di suatu wilayah.

Berdasarkan materi Kementerian Kesehatan, penyebab utama kematian ibu antara lain perdarahan yang terjadi saat atau setelah persalinan, eklampsia atau tekanan darah tinggi yang membahayakan selama kehamilan, serta infeksi akibat penanganan yang kurang steril atau komplikasi kesehatan lainnya. Adapun penyebab utama kematian bayi meliputi berat badan lahir rendah (BBLR) kurang dari 2.500 gram, kelahiran prematur, dan asfiksia, yaitu kondisi bayi mengalami kesulitan bernapas saat lahir.

Selain faktor medis, kematian ibu juga sering dipengaruhi oleh keterlambatan dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut meliputi terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, serta terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Risiko juga meningkat apabila kehamilan terjadi pada usia yang terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan, atau jarak kehamilan yang terlalu rapat.

Upaya pencegahan kematian ibu dan bayi dapat dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga masa persalinan. Kehamilan yang ideal direncanakan pada usia 20–35 tahun dengan menghindari pernikahan dini. Selama kehamilan, ibu dianjurkan melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal enam kali, yaitu satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga, disertai pemeriksaan USG minimal dua kali. Selain itu, persalinan harus direncanakan dengan baik dan didampingi oleh tenaga kesehatan yang terlatih agar komplikasi dapat ditangani dengan cepat.

Pemenuhan gizi yang baik juga menjadi bagian penting dalam pencegahan kematian ibu dan bayi. Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan nutrisi harian, serta rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk mencegah anemia dan mengurangi risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Dengan penerapan langkah-langkah tersebut secara konsisten, diharapkan angka kematian ibu dan bayi dapat terus menurun sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan sejahtera.

Layanan Perpustakaan

Sudah punya kartu anggota Perpusda?

Dengan menjadi anggota Perpusda Wonogiri, pemustaka dapat mengakses katalog, mengajukan peminjaman, menyimpan wishlist, menggunakan layanan e-book, dan mengikuti layanan literasi digital LiGaMu.