Hai mangata,
Bilurmu yang melebur bersama arnawa nyatanya masih amerta
Ternyata atmamu masih gundah gulana
Riakmu saja masih berisik Bukan,
Bukan hujan Karena aku tau, hujan telah berderai beberapa musim yang lalu
Jejal senandika yang lara
Diantaranya, kandha mengayuh sampai dalam riuhnya
Hai mangata, Sembuhlah bersama anila yang enigma diantara senandika lara
{ꦏꦂ}
