Dalam perjalanan saya mendampingi dunia perpustakaan dan kearsipan, saya semakin percaya bahwa literasi adalah salah satu kunci penting dalam membangun masyarakat yang berdaya. Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, memilih pengetahuan yang benar, memanfaatkannya dengan bijak, dan menjadikannya sebagai bekal untuk memperbaiki kualitas hidup.

Di era digital seperti sekarang, tantangan perpustakaan semakin luas. Perpustakaan tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang. Perpustakaan harus hadir lebih dekat, lebih mudah diakses, dan lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Layanan katalog daring, e-book, repositori digital, literasi berbasis komunitas, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan adalah bagian dari upaya agar perpustakaan tetap menjadi ruang belajar yang hidup. Namun, di balik semua inovasi dan teknologi tersebut, ada peran penting yang tidak tergantikan: pustakawan. Pustakawan adalah wajah pelayanan perpustakaan. Pustakawan bukan hanya penjaga koleksi, tetapi pendamping masyarakat dalam menemukan pengetahuan.
Di tangan pustakawan, sebuah buku dapat menjadi inspirasi, sebuah informasi dapat menjadi solusi, dan sebuah layanan sederhana dapat menjadi pengalaman yang bermakna bagi pemustaka. Saya melihat sendiri bagaimana pustakawan bekerja dengan ketekunan. Melayani pemustaka, menata koleksi, mengelola data, mendampingi anak-anak, membantu pelajar, melayani masyarakat umum, hingga ikut mendorong kegiatan literasi di desa, sekolah, komunitas, dan berbagai instansi. Tidak semua kerja itu tampak di permukaan, tetapi dampaknya nyata bagi masyarakat. Hari Pustakawan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 7 Juli menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat tersebut. Bahwa pustakawan adalah bagian penting dari ekosistem pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan sumber daya manusia.
Pustakawan hadir bukan hanya untuk buku, tetapi untuk manusia yang ingin terus belajar. Atas nama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pustakawan, pegiat literasi, pengelola perpustakaan, komunitas baca, guru, relawan, dan semua pihak yang terus menjaga nyala literasi di tengah masyarakat.
Terima kasih atas dedikasi, kesabaran, dan pengabdian yang tidak selalu terlihat, tetapi sangat berarti. Semoga pustakawan Indonesia semakin tangguh, semakin inovatif, dan semakin berdampak bagi masyarakat. Selamat Hari Pustakawan Indonesia 2026. Mengabdi melalui literasi, melayani dengan hati, dan berkarya untuk negeri.
Mawan Tri Hananto, SSTP, M.Si
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri

