Ruang Literasi Warga
Menemukan Panggilan di Dunia Literasi: Perjalanan Edi Winoto Menjadi Pustakawan
Artikel Literasi

Menemukan Panggilan di Dunia Literasi: Perjalanan Edi Winoto Menjadi Pustakawan

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda dalam menemukan profesi yang benar-benar menjadi panggilan hati. Begitu pula yang dialami oleh Edi Winoto, yang memilih menjadi pustakawan bukan karena penugasan sejak awal, melainkan melalui perjalanan panjang sebagai aparatur sipil negara hingga akhirnya menemukan kecintaan pada dunia perpustakaan dan literasi.

Perjalanan pengabdian Edi Winoto dimulai pada tahun 1997, saat resmi diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Wonogiri. Selama bertahun-tahun, ia dipercaya mengemban berbagai tugas di sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

Beragam pengalaman tersebut membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mengasah kemampuan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pada tahun 2018, Edi Winoto mendapat amanah sebagai Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan di Dinas Kearsipan, yang kemudian berkembang menjadi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri. Tugas utamanya adalah memastikan perencanaan program dan pengelolaan anggaran berjalan secara efektif sebagai fondasi pelaksanaan berbagai kegiatan dinas.

Dari balik meja perencanaan dan keuangan, Edi Winoto justru mulai mengenal lebih dekat dunia perpustakaan. Setiap penyusunan program, penganggaran kegiatan, hingga evaluasi pelaksanaan membawanya menyaksikan secara langsung berbagai upaya pengembangan layanan perpustakaan, pembinaan perpustakaan sekolah dan desa, peningkatan budaya baca, pelaksanaan festival literasi, hingga berbagai inovasi pelayanan kepada masyarakat. Semakin lama terlibat dalam proses tersebut, semakin tumbuh pula ketertarikannya terhadap profesi pustakawan.

Baginya, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan koleksi buku, tetapi menjadi ruang belajar, pusat informasi, serta wadah pemberdayaan masyarakat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ketertarikan itu akhirnya berubah menjadi sebuah tekad. Pada akhir tahun 2023, Edi Winoto memutuskan untuk menapaki jalan baru dalam kariernya dengan beralih ke jabatan fungsional pustakawan.

Keputusan tersebut bukanlah langkah yang sederhana. Ia harus memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan, mulai dari mengikuti uji kompetensi, melengkapi administrasi, hingga menjalani seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh proses tersebut dijalani dengan kesungguhan. Bagi Edi Winoto, menjadi pustakawan bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan komitmen untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat melalui penguatan budaya literasi. Usaha tersebut membuahkan hasil.

Terhitung mulai 1 Januari 2024, Edi Winoto resmi mengemban amanah sebagai Pustakawan pada Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri. Sejak saat itu, ia tidak lagi hanya mendukung program perpustakaan dari sisi perencanaan dan penganggaran, tetapi terlibat secara langsung dalam pelaksanaan berbagai program dan layanan perpustakaan. Pengalaman panjang di bidang administrasi pemerintahan menjadi bekal berharga untuk memperkuat tata kelola, sementara semangat belajar yang terus tumbuh mendorongnya untuk berkembang sebagai pustakawan yang profesional.

Perjalanan Edi Winoto membuktikan bahwa menjadi pustakawan tidak selalu berawal dari pendidikan atau penempatan pertama. Ada kalanya kecintaan terhadap profesi tumbuh dari pengalaman, interaksi, dan keyakinan bahwa perpustakaan memiliki peran besar dalam mencerdaskan masyarakat. Pada momentum Hari Pustakawan, 7 Juli 2026, kisah Edi Winoto menjadi inspirasi bahwa pengabdian tidak dibatasi oleh latar belakang ataupun perjalanan karier.

Dengan keberanian untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengikuti panggilan hati, setiap aparatur dapat menemukan cara terbaik untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kini, bersama rekan-rekan pustakawan lainnya, Edi Winoto terus mengabdikan diri untuk mendukung kemajuan literasi di Kabupaten Wonogiri. Ia percaya bahwa setiap program, setiap layanan, dan setiap buku yang sampai ke tangan masyarakat adalah bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi yang cerdas, berpengetahuan, dan berdaya saing. Selamat Hari Pustakawan 2026. "Tidak ada kata terlambat untuk menemukan panggilan pengabdian. Ketika hati telah memilih untuk melayani melalui literasi, setiap langkah menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat."

Tulisan ini merupakan kontribusi warga dan telah melalui moderasi publikasi oleh admin LiGaMu.