Ruang Literasi Warga
Mengabdi untuk Literasi: Perjalanan Laksita Wening Menjadi Pustakawan yang Membersamai Perkembangan Literasi di Wonogiri
Artikel Literasi

Mengabdi untuk Literasi: Perjalanan Laksita Wening Menjadi Pustakawan yang Membersamai Perkembangan Literasi di Wonogiri

Menjadi pustakawan bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi merupakan panggilan untuk menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan, membuka akses informasi, serta menumbuhkan budaya membaca yang menjadi fondasi kemajuan bangsa. Nilai-nilai itulah yang terus dipegang oleh Laksita Wening selama dua dekade mengabdikan diri sebagai pustakawan.

Perjalanan pengabdiannya dimulai pada tahun 2006, ketika diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan fungsional pustakawan dan ditempatkan di SMP Negeri 1 Purwantoro. Di lingkungan sekolah, Laksita Wening berperan mengelola perpustakaan sekaligus mendorong tumbuhnya minat baca di kalangan peserta didik. Perpustakaan sekolah bukan hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang belajar yang mendukung proses pendidikan.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2009, Laksita Wening mendapatkan amanah untuk berpindah tugas ke Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri. Seiring perkembangan organisasi pemerintahan, instansi tersebut kini dikenal sebagai Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri. Perpindahan tersebut menjadi awal pengabdian yang lebih luas. Jika sebelumnya fokus pada layanan perpustakaan sekolah, kini ruang pengabdiannya mencakup pembinaan perpustakaan berbagai jenis, pengembangan layanan perpustakaan umum, pelaksanaan program literasi, hingga pendampingan masyarakat dalam meningkatkan budaya membaca.

Di tengah berbagai perubahan kebijakan, perkembangan teknologi informasi, serta transformasi layanan perpustakaan menuju era digital, Laksita Wening tetap konsisten menapaki jalur profesinya sebagai pustakawan. Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa seorang pustakawan tidak hanya bertugas mengelola koleksi, tetapi juga terus beradaptasi agar perpustakaan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selama bertahun-tahun, Laksita Wening turut membersamai perjalanan literasi di Kabupaten Wonogiri. Berbagai program penguatan budaya baca, pembinaan perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, hingga kegiatan literasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Ia menyaksikan secara langsung bagaimana gerakan literasi di Wonogiri tumbuh dari kegiatan yang sederhana hingga berkembang menjadi berbagai inovasi yang melibatkan sekolah, komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat luas. Bagi Laksita Wening, keberhasilan seorang pustakawan bukan diukur dari banyaknya buku yang tersusun di rak, melainkan dari semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar, mencari inspirasi, dan mengembangkan potensi diri.

Momentum Hari Pustakawan, 7 Juli 2026, menjadi pengingat bahwa profesi pustakawan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Di tengah derasnya arus informasi, pustakawan hadir sebagai pendamping masyarakat untuk memperoleh informasi yang tepat, terpercaya, dan bermanfaat.

Perjalanan Laksita Wening menunjukkan bahwa dedikasi yang dijalani secara konsisten akan melahirkan dampak yang nyata. Dari perpustakaan sekolah hingga perpustakaan daerah, dari layanan konvensional hingga transformasi digital, ia terus mengabdikan diri untuk satu tujuan yang tidak pernah berubah: menghadirkan perpustakaan sebagai pusat belajar sepanjang hayat dan memperkuat budaya literasi di Kabupaten Wonogiri. Selamat Hari Pustakawan 2026. "Pustakawan bukan hanya menjaga buku, tetapi menjaga harapan agar pengetahuan terus hidup dan menginspirasi setiap generasi."

Tulisan ini merupakan kontribusi warga dan telah melalui moderasi publikasi oleh admin LiGaMu.