Ruang Literasi Warga
Curhatan Mas Gobest Gemoy
Cerpen

Curhatan Mas Gobest Gemoy

Tahun 2011 menjadi awal perjalanan baru dalam hidupku. Sebagai seorang pegawai negeri sipil, mendapat amanah untuk mengabdi di Kabupaten Wonogiri. Saat pertama kali menginjakkan kaki di kota yang dikelilingi perbukitan itu, yang terlintas di benakku hanyalah pekerjaan, tanggung jawab, dan harapan untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya.

Tidak pernah terbayangkan di tempat inilah kisah cintaku akan mulai bersemi. Seiring berjalannya waktu, Wonogiri bukan lagi sekadar tempat bertugas. Kota ini menjelma menjadi rumah kedua.

Aku mulai menikmati pagi yang tenang, bukit yang menghijau saat musim hujan dan menguning saat musim kemarau ,serta panorama Waduk Gajah Mungkur yang selalu menghadirkan ketenangan. Setiap sudut kota menyimpan cerita yang semakin mengikat hatiku.

Berawal dari sebuah pertemuan sederhana yang kemudian berubah menjadi kebiasaan. Hari demi hari berlalu, menghadirkan kebersamaan yang perlahan menghapus jarak. Rasa nyaman tumbuh dengan sendirinya, tanpa paksaan dan tanpa tergesa-gesa. Setiap langkah yang dilalui bersama menjadi kenangan yang semakin mempererat hati.

Wonogiri bukan hanya menjadi tempat singgah, melainkan menjadi awal dari perjalanan hati yang penuh makna. Di antara keindahan alam dan kesederhanaan kehidupan, cinta menemukan jalannya sendiri. Dari kota yang tenang itu, tumbuh sebuah kisah yang akan selalu dikenang sebagai awal dari kebahagiaan yang sesungguhnya.

Tulisan ini merupakan kontribusi warga dan telah melalui moderasi publikasi oleh admin LiGaMu.