Wonogiri — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri kembali menggelar kegiatan Bedah Buku Koleksi Perpustakaan Daerah, Kamis (6/11/2025), bertempat di Ruang Graha Perencanaan I Bapperida Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini mengusung tema “Literasi dan Empati: Jalan Menuju Masyarakat Wonogiri yang Berdaya”, yang menjadi refleksi atas pentingnya literasi sebagai sarana membangun karakter, empati, dan daya pikir kritis masyarakat.

Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, Mawan Tri Hananto, S.STP., M.Si., yang menyampaikan bahwa peningkatan budaya baca dan literasi menjadi prioritas dalam mendukung visi daerah Wonogiri yang Berdaya — masyarakat yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya. 

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, yang dalam arahannya menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat Wonogiri.
Beliau menyampaikan,

“Wonogiri dari sisi literasi angka kita saat ini masih rendah yaitu 45,7. Kita perlu push untuk menaikkan literasi ke tingkat yang lebih tinggi. Upaya sudah dilakukan, perbaikan dan penyelenggaraan kegiatan literasi dan agenda-agenda literasi selalu kita lakukan, termasuk literasi keuangan, literasi kesehatan, dan lain-lain yang dilakukan oleh dinas lain yang terkait selain yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Hal ini dilakukan dalam rangka menaikkan angka literasi di Kabupaten Wonogiri termasuk dengan agenda kegiatan bedah buku hari ini.”

Dalam kegiatan ini, hadir dua narasumber sekaligus penulis buku, yaitu Agus Mulyadi dengan karya “Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih” dan Kalis Mardiasih dengan karya “Sister Fillah, You’ll Never Be Alone”. Keduanya memaparkan proses kreatif dan pesan moral di balik karya mereka yang sarat nilai kemanusiaan, kejujuran, serta kepekaan sosial. Bertindak sebagai panelis/pembedah yaitu Damar Sri Prakoso, S.S., Business Manager Radio Solopos, yang memberikan pandangan kritis terhadap isi buku dan relevansinya dengan kehidupan masyarakat saat ini. 

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dipandu oleh Amalia Putri Addienisahna, Duta Wisata Wonogiri Tahun 2025, sebagai moderator. Diskusi berkembang dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, pegiat literasi, penulis, serta masyarakat umum. 

Melalui kegiatan ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri berharap literasi tidak hanya menjadi aktivitas membaca, tetapi juga menjadi gerakan membangun empati dan kemanusiaan. Dengan semangat Wonogiri yang Berdaya, literasi diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan sosial yang menggerakkan perubahan positif dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Wonogiri.