Purwosari, Wonogiri – Di tengah gempuran era digital, upaya membumikan literasi berbasis teknologi menjadi semakin penting, khususnya di daerah pedesaan. Berangkat dari sinilah semangat sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 361 yang bertugas di Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri. Melalui program yang diusung oleh PERPUSNAS RI, mahasiswa KKN menjadi jembatan antara desa dengan gerbang literasi dengan mengusung pengadaan Perpustakaan Digital untuk Desa Purwosari. Perpustakaan digital ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
Gagasan ini lahir dari kondisi perpustakaan desa yang masih terbatas dan belum dapat melayani kegiatan peminjaman buku secara layak. Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UNS 2025 berinisiatif menghadirkan solusi berupa perpustakaan digital yang memungkinkan masyarakat, khususnya pelajar, untuk mengakses buku bacaan secara mudah dan praktis melalui perangkat digital.
Melalui program kerja layanan perpustakaan, KKN 361 UNS menghadirkan Perpustakaan Digital Desa Purwosari sebagai wujud nyata dorongan terhadap literasi digital masyarakat. Pengadaan perpustakaan digital atau yang diberi nama “PUSTARI” (Pustaka Purwosari) ini dibantu dan didukung langsung oleh Bapak Mawan Tri Hananto selaku Kepala Dinas DISARPUS Wonogiri.
“Harapannya adanya aplikasi perpustakaan digital ini, masyarakat desa bisa lebih mudah mengakses buku bacaan dan bisa membaca kapanpun serta dimanapun” tutur Bapak Mawan Tri Hananto saat ditemui di Kantor DISARPUS Wonogiri.
Program ini disambut baik oleh perangkat desa. Bapak Pariyo selaku kepala desa Purwosari memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Perpustakaan digital ini diharapkan dapat menjadi warisan yang bisa bermanfaat secara berkelanjutan, bahkan setelah program KKN usai.
Mahasiswa KKN 361 juga mengadakan berbagai program lain yang berkaitan dengan peningkatan literasi masyarakat desa, seperti pengelolaan perpustakaan desa, pendataan perpus desa, layanan perpustakaan, kunjungan literasi di sekolah dan program kerja penunjang lain.
Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan kepedulian, transformasi digital di desa bukanlah angan-angan. Perpustakaan Digital Desa Purwosari hadir bukan hanya sebagai sarana belajar, tetapi juga sebagai pintu masuk menuju desa yang lebih cerdas dan inklusif.
