Kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kabupaten Wonogiri Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (18/5/2026) di Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 20 Mei 2026 ini diikuti sebanyak 100 siswa-siswi SD/MI kelas 4–5 dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonogiri.

Mengusung tema “Literasi Bertutur dalam Semangat Hari Jadi Wonogiri ke-285: Meneladani Pahlawan dan Melestarikan Kearifan Lokal”, lomba bertutur menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi anak sekaligus pelestarian cerita rakyat dan nilai budaya daerah.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, Mawan Tri Hananto, dalam laporan penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan budaya literasi di kalangan pelajar SD/MI, khususnya dalam kemampuan membaca, memahami, dan menyampaikan kembali isi bacaan melalui kegiatan bertutur.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang berpikir kritis, memahami konteks, dan mengomunikasikan ide secara efektif,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa lomba bertutur bertujuan mengenalkan nilai-nilai karakter dan kebangsaan melalui kisah kepahlawanan dan legenda rakyat Wonogiri. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bidang Literasi Tahun 2026 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk mendukung penguatan literasi berbasis kearifan lokal.

Sementara itu, Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno selaku Bunda Literasi Kabupaten Wonogiri dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan bahagia dapat hadir di tengah peserta lomba yang akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bertutur cerita.

Menurutnya, lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kemampuan literasi membaca dan berbicara di depan umum, menanamkan nilai karakter, melestarikan budaya lokal, serta membangun rasa percaya diri anak sejak dini.

“Kalian adalah bintang-bintang di atas panggung. Tunjukkan kemampuan terbaikmu. Ceritakan kisah dengan semangat dan kecintaan terhadap budaya sendiri,” pesan Bunda Literasi kepada seluruh peserta.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi generasi muda Wonogiri untuk semakin mengenal dan mencintai kisah-kisah pahlawan lokal, legenda, dan tokoh inspiratif daerah yang sarat nilai keteladanan.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wonogiri, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, dewan juri, pustakawan, pendamping peserta, serta tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap budaya membaca dan literasi anak dapat terus tumbuh serta menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, percaya diri, dan mencintai budaya daerahnya.