Jejak pelabuhan kuno dan arsitektur multi etnis di semarang
Pinjam Buku
Simpan ke Wishlist
Masuk sebagai anggota untuk meminjam
Tidak bisa datang sendiri ke perpustakaan?
Anggota LiGaMu bisa menggunakan layanan Titip Ambil untuk meminjam buku ini.
11 kali dilihat
Jejak pelabuhan kuno dan arsitektur multi etnis di semarang
1 dari 1 eksemplar tersedia
Terbit 2024
0 kali dipinjam
Tentang Buku Ini
Pada abad ke-14, Selat Muria yang memisahkan pulau Jawa dan Muria merupakan jalur pengiriman penting ke kota Kesultanan Islam Demak. Kehilangan Selat Muria akibat sedimentasi (abad ke-17) menyebabkan Semarang (didirikan pada abad ke-15) sebagai kota bawahan Demak menjadi pelabuhan bagi pedagang asing. Jejak arsitektur pelabuhan, dan pemukiman multi-etnis yang didominasi oleh pelaut yang menyebarkan Islam dan komunitas Habib masih ada hingga hari ini. Keunikan arsitektur yang didokumentasikan oleh penjajah Belanda sejak tahun 1900-an mengungkap rahasia penyebaran awal Islam di Indonesia. Jejak arsitektur ini diprediksi akan tenggelam dalam 30 tahun karena penurunan tanah. Dokumentasi proyek dan digitalisasi menjadi penting sebelum wilayah hilang.
🐘 Ringkasan oleh LiGa
Klik tombol di atas untuk membuat ringkasan otomatis dari LiGa. Ringkasan akan disimpan supaya pemustaka lain bisa langsung membaca tanpa menunggu.
Deskripsi Bibliografi
Ketersediaan Eksemplar
Tersedia: 1
