Ruang Literasi Warga
Di Antara Rak Buku
Puisi

Di Antara Rak Buku

Di antara rak buku, aku menemukan sunyi yang ramah. Bukan sunyi yang membuat sepi, tetapi sunyi yang memberi ruang untuk mendengar pikiran sendiri. Ada halaman yang pelan-pelan dibuka. Ada kata-kata yang menunggu dipahami. Ada cerita yang seolah berjalan mendekat, lalu duduk bersama kita tanpa banyak suara. Buku tidak pernah memaksa. Ia hanya hadir, menawarkan jalan. Kadang jalan itu menuju pengetahuan, kadang menuju kenangan, kadang menuju keberanian untuk bertanya. Di antara rak buku, aku belajar bahwa membaca bukan sekadar mengeja huruf. Membaca adalah cara lain untuk pulang, untuk tumbuh, dan untuk melihat dunia dengan mata yang lebih lapang.

Tulisan ini merupakan kontribusi warga dan telah melalui moderasi publikasi oleh admin LiGaMu.