Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal melalui pelaksanaan Tahap II pada Selasa, 20 Mei 2025, bertempat di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Bimtek Tahap I yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 14 Mei 2025, dengan mengusung tema besar “Menjaga Ingatan, Merawat Budaya: Antologi tentang Tradisi, Sejarah, dan Kearifan Lokal Kabupaten Wonogiri.”
Tahap lanjutan ini dirancang sebagai wadah pendampingan intensif bagi para peserta dalam proses penyempurnaan karya tulis mereka. Dengan semangat kolaboratif, peserta didorong untuk lebih dalam mengeksplorasi potensi budaya lokal yang akan dituangkan dalam bentuk esai, narasi sejarah, maupun refleksi atas tradisi dan kearifan masyarakat Wonogiri. Lokasi pelaksanaan di MPP juga memberikan nuansa baru yang lebih terbuka dan inklusif bagi pelaksanaan kegiatan kepenulisan berbasis literasi budaya.
Dalam kegiatan ini, para narasumber yang sama kembali hadir mendampingi peserta, tidak hanya memberikan penguatan materi, tetapi juga melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap naskah yang telah dikembangkan. Fokus utama pada Bimtek Tahap II adalah penyuntingan lanjutan, penajaman isi, serta persiapan karya untuk proses kurasi menuju penerbitan antologi. Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan umpan balik yang membangun dari para fasilitator.
Para peserta menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam kualitas penulisan. Berbagai topik diangkat, mulai dari tradisi lisan, cerita rakyat, tokoh lokal berpengaruh, hingga praktik keseharian yang sarat nilai kearifan. Semua karya diolah dengan pendekatan naratif yang kuat dan mencerminkan semangat pelestarian budaya. Hasil dari Bimtek ini akan dikompilasi dalam sebuah antologi yang menjadi dokumentasi berharga tentang kekayaan budaya Wonogiri.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri berharap program ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menulis sebagai bentuk perlawanan terhadap lupa. Melalui tulisan, ingatan kolektif dan warisan budaya dapat tetap hidup dan menginspirasi generasi mendatang. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen dinas dalam mengembangkan literasi budaya lokal secara berkelanjutan dan partisipatif.
