Wonogiri, 8 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan digital yang aman dan terpercaya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri mengikuti kegiatan Sosialisasi Perlindungan Data Pribadi dan Peningkatan Kesadaran Keamanan Informasi dengan tema "Urgensi Perlindungan Data Pribadi dan Kesadaran Keamanan Informasi dalam Era Pemerintahan Digital". Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonogiri, Heru Nur Iswantoro, S.Sos., M.M., yang menyampaikan bahwa transformasi digital di lingkungan pemerintahan harus diimbangi dengan penguatan aspek keamanan informasi dan perlindungan data pribadi. Menurutnya, meningkatnya penggunaan layanan digital menuntut setiap perangkat daerah untuk lebih waspada dalam mengelola data yang dimiliki agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selanjutnya, sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Mardiyanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa perlindungan data pribadi bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola teknologi informasi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh aparatur pemerintah. Setiap pegawai memiliki peran penting dalam menjaga kerahasiaan data pribadi maupun data instansi yang dikelolanya.
Dalam sambutannya, Mardiyanto juga membagikan pengalaman pribadinya yang hampir menjadi korban penipuan akibat adanya kebocoran data pribadi. Pengalaman tersebut menjadi gambaran nyata bahwa penyalahgunaan data pribadi dapat menimpa siapa saja. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk semakin berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital, serta menerapkan budaya keamanan informasi dalam setiap aktivitas kerja.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Dwi Indah Retnoningtyas, S.ST., M.M., seorang Widyaiswara dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang saat ini bertugas di Museum Sandi BSSN Yogyakarta. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya memahami prinsip-prinsip perlindungan data pribadi, ancaman keamanan siber yang semakin kompleks, serta langkah-langkah sederhana namun efektif untuk menjaga keamanan informasi di lingkungan pemerintahan.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan akun dan kata sandi, mengenali berbagai bentuk serangan siber seperti phishing dan social engineering, serta menerapkan pengelolaan data yang sesuai dengan prinsip keamanan informasi. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh aparatur sipil negara dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang terus berkembang.
Bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, kegiatan ini menjadi bekal penting dalam memperkuat budaya keamanan informasi pada seluruh layanan yang diberikan kepada masyarakat. Sebagai instansi yang mengelola berbagai layanan publik, termasuk layanan keanggotaan perpustakaan, sirkulasi, layanan digital, dan pengelolaan arsip, perlindungan terhadap data pegawai maupun data pemustaka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik yang berkualitas.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh OPD di Kabupaten Wonogiri, termasuk Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, semakin meningkatkan komitmen dalam melindungi data pribadi, memperkuat tata kelola keamanan informasi, serta mewujudkan pelayanan publik yang aman, profesional, dan terpercaya seiring dengan perkembangan era pemerintahan digital.
