Ngadirojo, 27 Agustus 2026** — Semangat membangun budaya baca di tengah masyarakat terus digelorakan melalui Festival Literasi Kecamatan Ngadirojo Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pokja II Kecamatan Ngadirojo, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Ngadirojo ini menjadi ruang bersama untuk menguatkan budaya literasi sekaligus mendorong kebiasaan membaca yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Festival Literasi Kecamatan Ngadirojo diinisiasi oleh Pokja II Kecamatan Ngadirojo dan didukung melalui anggaran Kecamatan Ngadirojo. Kegiatan diikuti oleh perwakilan dari 9 desa dan 2 kelurahan, yang terdiri atas Ketua TP PKK, sekretaris, Ketua Pokja II, peserta lomba membaca nyaring, serta pengurus UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sri Rejeki, Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri; Esti Wulandari, Bunda Literasi Kecamatan Ngadirojo; Mahmudi, Sekretaris Kecamatan Ngadirojo; serta Mawan Tri Hananto, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan diawali dengan sambutan Bunda Literasi Kecamatan Ngadirojo, Esti Wulandari, yang menekankan pentingnya membangun budaya literasi secara bersama-sama melalui peran keluarga dan kader di desa. Selanjutnya, sambutan Camat Ngadirojo yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Ngadirojo, Mahmudi.
Literasi Digital: Cerdas dan Bertanggung Jawab di Era Digital
Salah satu agenda utama dalam Festival Literasi ini adalah literasi digital** yang menghadirkan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, Mawan Tri Hananto, S.STP., M.Si., sebagai narasumber.

Dalam penyampaiannya, Mawan mengajak para peserta untuk menjadi masyarakat yang semakin cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi dan informasi digital. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Selain membahas literasi digital, Mawan juga mendorong agar kebiasaan membaca kembali dibangun dari lingkungan keluarga. Para kader desa dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak yang dapat mengajak keluarga dan masyarakat di lingkungannya untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menumbuhkan motivasi membaca, Mawan juga membagikan hadiah berupa buku kepada peserta yang aktif bertanya.
GELIT: Gerakan Literasi Satu Buku Satu Ibu
Festival Literasi Kecamatan Ngadirojo juga memperkenalkan dan menguatkan program GELIT (Gerakan Literasi Satu Buku Satu Ibu). Program ini menjadi salah satu upaya untuk membangun kebiasaan membaca melalui keluarga dengan mendorong para ibu untuk menyediakan waktu dan kesempatan membaca.
Melalui GELIT, membaca tidak hanya dipandang sebagai aktivitas individual, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan positif di dalam keluarga. Ketika ibu dan orang tua memiliki budaya membaca, kebiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dan turut tumbuh pada anak-anak.
Lomba Membaca Nyaring, Tumbuhkan Kepercayaan Diri dan Kecintaan Membaca
Agenda lainnya adalah Lomba Membaca Nyaring yang diikuti oleh para kader desa dari 9 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Ngadirojo.
Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca, keberanian tampil, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku. Para kader diharapkan dapat membawa semangat tersebut kembali ke lingkungan masing-masing dan menjadi penggerak literasi di desa maupun kelurahan.
Perpustakaan Keliling Hadir Mendukung Program GELIT
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri turut memberikan dukungan melalui kehadiran Perpustakaan Keliling dalam kegiatan Festival Literasi Kecamatan Ngadirojo.

Perpustakaan Keliling menghadirkan berbagai koleksi buku yang dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program GELIT. Setiap peserta diberikan kesempatan memilih dan mengambil satu buku untuk dibaca, kemudian membuat resume atau ringkasan dari buku yang telah dibacanya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan membaca yang sederhana namun bermakna. Peserta tidak hanya mengambil buku, tetapi juga diajak untuk membaca, memahami isi bacaan, dan menuangkan kembali informasi yang diperoleh melalui resume.
Melalui kegiatan ini, buku dihadirkan lebih dekat kepada masyarakat dan membaca tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui aktivitas nyata.
Festival Literasi Kecamatan Ngadirojo Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, kader PKK, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri dalam membangun budaya literasi masyarakat.
Gerakan literasi pada akhirnya tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Membaca satu buku, berbagi pengetahuan, dan membiasakan keluarga membaca setiap hari merupakan langkah sederhana untuk membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya.
Melalui semangat GELIT—Gerakan Literasi Satu Buku Satu Ibu, Kecamatan Ngadirojo terus mendorong agar budaya membaca tumbuh dari keluarga, bergerak ke masyarakat, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
