Wonogiri, 17 Maret 2025 – Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Wonogiri menjadi saksi pelaksanaan Kegiatan Lokakarya Literasi Digital dengan tema “Mengembangkan Konten Literasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Masyarakat Digital yang Berdaya”.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan kearifan lokal dalam pembuatan konten literasi digital, sehingga masyarakat dapat lebih aktif dan kreatif dalam menyebarluaskan nilai-nilai budaya daerah melalui media digital.
Acara ini diawali dengan laporan kegiatan dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri Bapak Mawan Tri Hananto, S.STP,M.Si, yang menekankan pentingnya kegiatan lokakarya literasi digital sebagai alat untuk memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal.
Setelah itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri Bapak FX Pranata, A.P., M.Hum memberikan sambutan serta secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menggarisbawahi peran digitalisasi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap budaya lokal serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, media, dan komunitas literasi.
Dua narasumber berkompeten di bidangnya dihadirkan dalam lokakarya ini. Anggota Dewan Komisi 1, Bapak Romandhani Andang Nugroho membahas konseptual literasi digital, regulasi dan kebijakan literasi digital di Indonesia serta peran pemerintah dalam mendukung masyarakat digital yang berdaya.
Sementara itu, Ibu Mariyana Ricky Prihatina Dewi dari PT Aksara Solopos berbagi pengalaman dan strategi serta teknik dalam menciptakan konten berbasis kearifan lokal yang menarik dan relevan di era digital. Diskusi ini dimoderatori oleh Dhiya Restu Putra Ketua TBM Dalem Pasinanon yang turut membantu jalannya sesi tanya jawab dengan peserta.
Peserta lokakarya terdiri dari Pelajar, akademisi, serta masyarakat umum yang tertarik dalam pengembangan konten berbasis budaya lokal. Mereka mendapatkan wawasan serta keterampilan baru dalam mengoptimalkan media digital untuk menyebarluaskan informasi yang edukatif dan inspiratif tentang kearifan lokal dan budaya daerah. Berbagai contoh praktik baik juga dipaparkan guna memberikan inspirasi kepada peserta untuk mulai menghasilkan konten kreatif berbasis kearifan lokal.
Dengan terselenggaranya lokakarya ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu mengemas kearifan lokal dalam bentuk konten digital yang menarik dan berkualitas.
Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat digital yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya pelestarian budaya melalui dunia digital.
