Wonogiri tidak hanya mengandalkan program pemerintah untuk meningkatkan literasi, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat melalui inisiatif "Wonogiri Mengajar". Program ini mengajak para relawan, baik dari kalangan mahasiswa, profesional, maupun masyarakat umum, untuk menjadi pengajar literasi di daerah-daerah yang masih tertinggal dalam hal pendidikan. Relawan-relawan ini memberikan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung kepada anak-anak yang kurang terjangkau oleh sistem pendidikan formal.

Program "Wonogiri Mengajar" dijalankan dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Para relawan menggunakan metode pembelajaran kreatif, seperti permainan edukatif, storytelling, dan kegiatan seni, untuk menarik minat anak-anak. Selain itu, mereka juga membawa buku-buku bacaan yang disumbangkan oleh donatur, sehingga anak-anak memiliki akses ke bahan bacaan yang berkualitas.

Salah satu keberhasilan program ini adalah meningkatnya minat baca anak-anak di daerah terpencil. Banyak dari mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses ke buku, kini mulai menunjukkan antusiasme dalam membaca dan belajar. Program ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam upaya peningkatan literasi di Wonogiri.

Dengan semangat gotong royong, "Wonogiri Mengajar" menjadi bukti bahwa peningkatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Wonogiri berharap dapat menciptakan generasi yang lebih cerdas dan berwawasan luas.