Menuturkan Kisah, Menanamkan Karakter, Menumbuhkan Cinta Indonesia
Jatisrono, 8 Agustus 2026 — Ada banyak cara untuk menumbuhkan budaya literasi. Tidak selalu harus melalui buku dan membaca dalam suasana yang formal. Terkadang, literasi tumbuh dari hal yang sederhana: dari suara seorang ibu yang bercerita, dari imajinasi anak yang terbang mengikuti alur kisah, dan dari pesan-pesan kebaikan yang perlahan tertanam di dalam hati.
Semangat itulah yang melatarbelakangi hadirnya Bunda Bertutur, sebuah kegiatan Lomba Mendongeng yang diselenggarakan oleh TP PKK Kecamatan Jatisrono dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Jatisrono ini diawali dengan senam pagi bersama dan fun game yang berlangsung meriah. Suasana kebersamaan dan keceriaan para kader PKK dari Desa/Kelurahan se-Kecamatan Jatisrono semakin terasa ketika memasuki acara inti, yaitu Lomba Mendongeng Bunda Bertutur.
Dalam lomba ini, setiap Desa/Kelurahan mengirimkan satu orang perwakilan untuk membawakan dongeng yang telah disiapkan oleh TP PKK Kecamatan Jatisrono. Keseragaman materi membuat setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kreativitas, ekspresi, intonasi, dan kemampuan mereka dalam menghidupkan sebuah cerita.
Dongeng “Elang dan Jarum Emas” menjadi cerita yang dituturkan oleh para peserta. Kisah persahabatan antara Elang dan Ayam Jago, tentang sebuah kepercayaan, janji, dan konsekuensi ketika kepercayaan itu tidak dijaga, menjadi media sederhana untuk menyampaikan nilai karakter kepada anak-anak.
Menariknya, para bunda tidak hanya sekadar menyampaikan cerita. Mereka menghadirkan tokoh-tokoh dalam dongeng melalui perubahan suara, mimik wajah, gerakan tubuh, dan ekspresi yang membuat suasana menjadi hidup. Sesekali terdengar tawa, tepuk tangan, dan antusiasme dari para peserta yang menyaksikan.
Melalui Bunda Bertutur, TP PKK Kecamatan Jatisrono ingin mengingatkan kembali bahwa seorang ibu memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan literasi anak. Sebelum anak mengenal banyak buku, sering kali suara ibulah yang pertama kali mengenalkan mereka pada sebuah cerita.
Sebuah dongeng dapat menjadi awal dari percakapan. Dari sebuah cerita, anak belajar mengenal baik dan buruk, memahami perasaan orang lain, belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, keberanian, serta memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Karena itu, Bunda Bertutur bukan sekadar sebuah perlombaan.
Ia adalah ajakan kepada para bunda untuk kembali menghadirkan cerita di tengah keluarga. Menghidupkan kembali kebiasaan berbicara, mendengarkan, berimajinasi, dan belajar bersama anak melalui cara yang menyenangkan.
Semangat kemerdekaan pun hadir melalui kegiatan ini. Sebab membangun Indonesia tidak hanya dilakukan dengan hal-hal besar. Membangun Indonesia juga dimulai dari keluarga, dari bagaimana seorang ibu menanamkan karakter kepada anak-anaknya, dan dari bagaimana generasi hari ini mempersiapkan generasi penerus yang berakhlak, percaya diri, peduli, dan mencintai tanah air.
Bunda bertutur, anak mendengar.
Anak mendengar, imajinasi tumbuh.
Imajinasi tumbuh, karakter terbentuk.
Dari sebuah cerita sederhana, semoga tumbuh langkah-langkah kecil menuju generasi Indonesia yang lebih baik.
