Sebanyak 15 peserta dari TP-PKK Kecamatan, TP-PKK Desa, Dasa Wisma, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengikuti kegiatan koordinasi keberlanjutan pemanfaatan pekarangan. Pertemuan menghasilkan komitmen bersama untuk mengintegrasikan gerakan pemanfaatan pekarangan ke dalam kegiatan rutin masyarakat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga dan mewujudkan pemanfaatan pekarangan yang berkelanjutan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga.
Upaya menjaga keberlanjutan gerakan pemanfaatan pekarangan terus diperkuat melalui kegiatan pendampingan dan koordinasi yang dilaksanakan di Dusun Gebang, Desa Johunut, pada Rabu (1/7). Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari TP-PKK Kecamatan, TP-PKK Desa, kader Dasa Wisma, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa berbagai program pemanfaatan pekarangan sering mengalami penurunan aktivitas setelah masa pendampingan berakhir. Oleh karena itu, diperlukan strategi agar gerakan tersebut tetap berjalan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Dalam diskusi, para peserta menyepakati pentingnya mengintegrasikan kegiatan pemanfaatan pekarangan ke dalam forum-forum masyarakat yang telah aktif, seperti TP-PKK, Dasa Wisma, dan kegiatan pendampingan oleh PPL. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama sekaligus memastikan kegiatan terus berlangsung secara berkelanjutan.
Selain menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan program, pertemuan juga menegaskan pentingnya membangun kesadaran warga bahwa pekarangan bukan sekadar lahan kosong, melainkan sumber pangan keluarga yang dapat mendukung pemenuhan gizi, meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, TP-PKK, Dasa Wisma, dan PPL, gerakan pemanfaatan pekarangan diharapkan tidak lagi bergantung pada program pendampingan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan. Semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pekarangan yang produktif dan bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga.
