Dalam upaya nyata menekan angka stunting dan memperbaiki status gizi generasi penerus bangsa, Puskesmas Kecamatan Girimarto menginisiasi kegiatan Penguatan dan Pelatihan Literasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Anak Balita dengan Indikasi Kurang Gizi. Kegiatan edukatif dan aplikatif ini dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Juni 2026 bertempat di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Girimarto.
Masalah kekurangan gizi pada balita di tingkat pedesaan sering kali bukan disebabkan oleh keterbatasan ekonomi semata, melainkan karena minimnya literasi orang tua mengenai pola asuh makan dan cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu gizi seimbang. Banyak orang tua yang masih keliru dengan memberikan makanan tambahan berupa camilan instan berkadar gula tinggi yang tidak mendukung pertumbuhan linear anak.
Melihat urgensi tersebut, Puskesmas Kecamatan Girimarto memandang perlu adanya intervensi langsung secara edukatif. Langkah ini diambil guna membekali keluarga balita indikasi kurang gizi dengan pengetahuan praktis seputar pembuatan PMT yang kaya protein hewani, guna memutus rantai risiko gizi buruk dan stunting sejak dini di wilayah Desa Girimarto.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang dikelompokkan secara terukur, meliputi:
- Ibu yang memiliki anak balita dengan status gizi kurang atau berat badan stagnan (T-2) di wilayah Desa Girimarto.
- Kader Kesehatan Posyandu Balita Desa Girimarto sebagai perpanjangan tangan puskesmas.
Pengurus Pokja IV TP PKK Desa Girimarto yang membidangi urusan kesehatan dan pangan.
Pelatihan yang digelar di Pustu Desa Girimarto pada 23 Juni 2026 ini dipandu langsung oleh Tim Ahli Gizi (Nutrisionis) Puskesmas Kecamatan Girimarto. Pendekatan yang digunakan tidak berupa ceramah satu arah, melainkan melalui metode "Dapur Sehat dan Literasi Gizi" yang interaktif:
- Kelas Literasi Gizi: Peserta dibekali pemahaman cara membaca grafik Buku KIA, mengenali tanda klinis anak kurang gizi, serta pentingnya komposisi protein hewani (seperti telur, ikan, dan ayam) dalam menu harian balita + pemberian Susu minimal 2 kali sehari.
- Penyusunan Jadwal PMT: Ibu-ibu diajak menyusun komitmen jadwal pemberian makanan utama dan selingan (PMT) yang terjadwal agar anak tidak mengalami bosan makan.
Dampak jangka pendek dari kegiatan ini adalah hilangnya ketakutan para ibu dalam mengolah makanan sehat yang bervariasi dengan biaya terjangkau. Sementara dalam jangka panjang, penguatan literasi PMT ini diharapkan mampu meningkatkan berat badan dan tinggi badan balita indikasi kurang gizi di Desa Girimarto secara signifikan menuju status gizi optimal, yang pada akhirnya berkontribusi langsung pada penurunan persentase angka stunting di tingkat Kecamatan Girimarto.
