Ruang Literasi Warga
Di mulai dari GELIT, Purwantoro Menyalakan Gerakan Literasi Anak
Artikel Literasi

Di mulai dari GELIT, Purwantoro Menyalakan Gerakan Literasi Anak

Lima belas menit mungkin bukan waktu yang panjang. Namun, jika dilakukan setiap hari, lima belas menit membaca dapat menjadi kebiasaan kecil yang membuka pintu pengetahuan bagi anak-anak. Semangat itulah yang dibawa melalui Gerakan Literasi 15 Menit (GELIT) yang resmi diluncurkan di SD Negeri 2 Sendang, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Program ini diinisiasi oleh PKK Kecamatan Purwantoro melalui Pokja 2, berkolaborasi dengan Bunda Literasi Kecamatan Purwantoro dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI lokus Kabupaten Wonogiri. Peluncuran GELIT menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan membaca di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menumbuhkan budaya literasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Purwantoro, Sekretaris Kecamatan Purwantoro, Kepala Desa Sendang, pengurus PKK Desa dan Kecamatan, Kepala Sekolah, dewan guru, serta para siswa SD Negeri 2 Sendang. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu oleh Ketua Pokja 2, Endang Susanti. Suasana kemudian semakin meriah melalui fun game yang dipandu oleh Sekretaris Kecamatan Purwantoro bersama Relima.

Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan keceriaan. Setelah suasana mencair, Bunda Literasi Kecamatan Purwantoro, Eny Sulastri, menyampaikan sosialisasi mengenai Gerakan Literasi 15 Menit. Gerakan ini mengajak sekolah untuk menyediakan waktu khusus bagi siswa untuk membaca secara rutin. Camat Purwantoro juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan GELIT.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui interaksi langsung dengan para siswa, termasuk memberikan hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan. Kepala SD Negeri 2 Sendang, Winanti Rahaya, berharap GELIT dapat terus berkembang dan menjangkau sekolah-sekolah dasar lainnya di Kecamatan Purwantoro. “GELIT diharapkan tidak berhenti di SD Negeri 2 Sendang, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan ke sekolah-sekolah dasar lainnya di wilayah Kecamatan Purwantoro,” ujarnya. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik literasi yang dipandu oleh Relima Wonogiri, Miswanto. Para siswa mengikuti kegiatan membaca nyaring atau read aloud.

Melalui membaca nyaring, anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita. Mereka diajak untuk menyimak, memahami, bertanya, berimajinasi, dan berinteraksi dengan bacaan. Dari cerita yang didengar, para siswa kemudian diajak membuat Zine, atau majalah mini.

Mereka menuangkan kembali gagasan dan pemahaman dari bacaan ke dalam bentuk tulisan dan karya kreatif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Membaca tidak berhenti pada aktivitas membuka halaman buku, tetapi dapat dilanjutkan dengan berpikir, berbicara, menulis, menggambar, dan menciptakan karya. Peluncuran GELIT di SD Negeri 2 Sendang menjadi awal dari gerakan yang diharapkan dapat terus meluas di Kecamatan Purwantoro.

Sebuah gerakan yang dibangun melalui kolaborasi PKK, Bunda Literasi, Relima, sekolah, pemerintah desa, dan para pegiat literasi. Sebab, budaya membaca tidak lahir dalam satu hari. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Lima belas menit membaca setiap hari. Sebuah langkah sederhana untuk membuka jendela pengetahuan dan menumbuhkan generasi yang gemar membaca.

Tulisan ini merupakan kontribusi warga dan telah melalui moderasi publikasi oleh admin LiGaMu.