WONOGIRI – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri kembali mengembangkan layanan digital LiGaMu melalui fitur baru bernama Wawasan Koleksi LiGaMu. Fitur ini menghadirkan visualisasi bibliometrik untuk membantu masyarakat dan pustakawan memahami struktur, perkembangan, serta tingkat pemanfaatan koleksi Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonogiri.
Melalui laman Wawasan Koleksi, data katalog tidak hanya ditampilkan sebagai jumlah buku. Data tersebut diolah menjadi berbagai gambaran informatif, seperti jumlah judul bibliografi, jumlah eksemplar, pengarang, penerbit, subjek, bahasa, rentang tahun terbit, hingga pemanfaatan koleksi berdasarkan aktivitas peminjaman.
Membaca Komposisi Koleksi melalui Klasifikasi
Salah satu bagian utama dalam Wawasan Koleksi adalah visualisasi sebaran koleksi berdasarkan klasifikasi Dewey Decimal Classification atau DDC. Koleksi dikelompokkan ke dalam bidang karya umum, filsafat dan psikologi, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu murni, teknologi, seni dan rekreasi, sastra, serta sejarah dan geografi.
Visualisasi tersebut memperlihatkan perbandingan antara jumlah koleksi dan tingkat pemanfaatannya. Dengan demikian, pustakawan tidak hanya mengetahui bidang yang memiliki koleksi paling banyak, tetapi juga dapat melihat kelompok koleksi yang paling aktif digunakan oleh pemustaka.
Data ini dapat menjadi bahan evaluasi awal untuk mengetahui koleksi yang menjadi kekuatan perpustakaan, koleksi yang perlu dipromosikan kembali, maupun bidang yang berpotensi membutuhkan penguatan.
Melihat Koleksi yang Aktif Digunakan
Wawasan Koleksi juga menampilkan informasi mengenai koleksi yang bergerak berdasarkan aktivitas peminjaman. Sistem menyajikan koleksi yang paling sering dipinjam, komposisi transaksi sirkulasi, serta gambaran koleksi yang sudah atau belum tercatat dimanfaatkan.
Informasi tersebut disajikan dalam bentuk data agregat tanpa menampilkan nama, nomor anggota, maupun riwayat peminjaman individu. Dengan pendekatan ini, keterbukaan informasi dapat tetap berjalan dengan memperhatikan perlindungan data pribadi pemustaka.
Data pemanfaatan koleksi juga dapat membantu perpustakaan menyusun kegiatan promosi buku. Koleksi yang berkualitas tetapi belum banyak digunakan, misalnya, dapat diperkenalkan kembali melalui resensi, pameran buku tematik, rekomendasi bacaan, maupun kegiatan literasi.
Mengukur Kemutakhiran Koleksi
Selain klasifikasi dan pemanfaatan, Wawasan Koleksi menampilkan komposisi buku berdasarkan rentang tahun terbit. Informasi ini memberikan gambaran mengenai usia dan kemutakhiran koleksi yang dimiliki Perpusda Wonogiri.
Kemutakhiran koleksi memiliki karakter berbeda pada setiap bidang ilmu. Buku teknologi, kesehatan, hukum, dan ilmu terapan memerlukan pembaruan lebih berkala. Sementara itu, karya sastra, sejarah, budaya, agama, dan karya klasik tetap dapat memiliki nilai penting meskipun diterbitkan pada tahun yang lebih lama.
Karena itu, data usia koleksi tidak digunakan untuk menilai buku lama sebagai koleksi yang tidak relevan. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu dibaca bersama dengan subjek, tingkat pemanfaatan, nilai sejarah, dan kebutuhan masyarakat.
Menampilkan Pengarang, Penerbit, dan Bahasa
Fitur bibliometrik LiGaMu turut menghadirkan daftar pengarang dan penerbit yang paling banyak terwakili dalam katalog. Komposisi bahasa koleksi juga ditampilkan untuk memberikan gambaran keragaman sumber bacaan yang tersedia.
Informasi ini dapat membantu perpustakaan memahami kecenderungan pengembangan koleksi selama ini. Dominasi penerbit, pengarang, atau bahasa tertentu dapat menjadi bahan evaluasi untuk membangun koleksi yang semakin beragam dan sesuai dengan karakteristik masyarakat Kabupaten Wonogiri.
Jejak Pengetahuan Lokal Wonogiri
Salah satu bagian khas dalam Wawasan Koleksi adalah Jejak Pengetahuan Lokal Wonogiri. Bagian ini menampilkan gambaran koleksi yang berkaitan dengan Wonogiri, sejarah daerah, budaya, tokoh, pemerintahan, dan berbagai pengetahuan lokal lainnya.
Koleksi lokal memiliki peran penting karena menjadi salah satu bentuk dokumentasi pengetahuan dan memori masyarakat. Melalui penguatan karya lokal, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyediakan bahan bacaan, tetapi juga sebagai ruang pelestarian identitas dan pengetahuan daerah.
Ke depan, bagian ini dapat terus dikembangkan melalui penambahan karya pengarang lokal, terbitan instansi, sejarah desa, dokumentasi budaya, hasil penelitian, dan berbagai sumber informasi mengenai Kabupaten Wonogiri.
Mendukung Pengembangan Koleksi Berbasis Data
Wawasan Koleksi LiGaMu tidak dirancang sebagai sistem yang secara otomatis menentukan buku yang harus dibeli. Keputusan pengadaan dan pengembangan koleksi tetap menjadi kewenangan pustakawan melalui proses verifikasi, kajian kebutuhan, ketersediaan anggaran, kebijakan koleksi, serta pertimbangan profesional lainnya.
Namun, data bibliometrik dapat memperkuat proses tersebut dengan memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai:
- bidang koleksi yang paling banyak tersedia;
- koleksi yang paling sering dimanfaatkan;
- subjek yang masih terbatas;
- perkembangan tahun terbit;
- keragaman bahasa dan penerbit;
- serta potensi penguatan karya lokal.
Dengan demikian, pengembangan koleksi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tidak hanya mengandalkan perkiraan.
Transparansi Data untuk Masyarakat
Kehadiran Wawasan Koleksi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi layanan perpustakaan. Masyarakat dapat melihat secara langsung gambaran kekayaan dan pemanfaatan koleksi melalui visualisasi yang ringkas, berwarna, dan mudah dipahami.
Data yang ditampilkan bersifat agregat serta tidak membuka informasi pribadi pemustaka. Angka dalam laman akan terus berkembang mengikuti proses katalogisasi, penambahan koleksi, peminjaman, pengembalian, serta pembaruan data dalam LiGaMu.
Melalui fitur ini, LiGaMu tidak hanya berfungsi sebagai katalog dan portal layanan digital, tetapi juga menjadi ruang untuk membaca perkembangan pengetahuan, kebutuhan informasi, dan aktivitas literasi masyarakat.
